Telinga kucing selalu kotor, mungkin disebabkan oleh penyakit ini!

Telinga kucing selalu kotor, mungkin disebabkan oleh penyakit ini!

Telinga kucing selalu kotor, mungkin disebabkan oleh penyakit ini!

 

Kesehatan telinga juga perlu diperhatikan saat memelihara kucing. Pernahkah kalian mendapati telinga kucing penuh dengan kotoran berwarna hitam, coklat atau kuning. Setelah dibersihkan tidak lama kemudian muncul lagi kotorannya. Terkadang muncul juga bau tidak sedap dari area telinganya. Anabul nampak sering menggelengkan kepala, menggaruk-garuk area telinga bahkan kadang menyebabkan botak dan luka di area telinga. Sepertinya itu adalah tanda adanya infeksi pada telinga.

Infeksi telinga dapat disebabkan oleh kutu telinga, bakteri, atau jamur. Kutu telinga dapat ditularkan dari kucing satu ke kucing yang lainya dari kontak langsung, ataupun dari lingkungan bermainnya. Gejala yang muncul antara lain kotoran yang berwarna hitam dan gatal di area telinga. Sering kali adanya kutu telinga juga dapat memicu infeksi sekunder oleh bakteri atau jamur.

Gejala antara infeksi yang disebabkan oleh kutu, bakter atau jamur memanglah mirip. Namun pengobatannya akan sangat berbeda sehingga jangan memberikan obat tetes telinga pada kucing tanpa anjuran dokter. Segera konsultasikan masalah telinga anabulmu melalui Aplikasi Satwagia.

Mengapa kucing tidak bisa kencing?

Mengapa kucing tidak bisa kencing?

Mengapa kucing tidak bisa kencing?

Kucing rentan terserang penyakit perkemihan. Permasalahan kencing yang sering terjadi adalah penyakit saluran kencing bawah (Feline Urinary Tract Disease – FLUTD). Saluran kencing bawah yang dimaksud adalah uretra dan kandung kemih. FLUTD merupakan istilah umum dari banyak penyebab penyakit perkemihan seperti

  • Adanya sumbatan atau kristal pada saluran kencing
  • Infeksi saluran kencing
  • Kantong kemih yang lemah
  • Masalah tulang belakang
  • Stres lingkungan
  • Kelainan bawaan

FLUTD sering terjadi pada kucing yang mengalami obesitas, kucing yang sering memakan pakan kering, dan kucing yang jarang aktivitas fisik. Kucing jantan juga sering mengalami penyumbatan karena saluran kencingnya yang lebih panjang dan sempit. Stres lingkungan yang dimaksud seperti litter box yang kotor, ada kucing baru di rumah, atau ada perubahan lain dirumah yang mempengaruhi kebiasaan kencing kucing.

Gejala yang muncul antara lain seperti merejan saat kencing, kencing akan berkurang bahkan kadang tidak kencing sama sekali, sakit saat kencing, kencing berdarah dan kadang kencing di tempat yang tidak biasanya. Bahkan jika kondisi dibiarkan dapat menjadi lemas dan muntah. Penyakit perkemihan dapat mengakibatkan kematian jika tidak segera ditangani. Booking janji temu dengan dokter hewan melalui Aplikasi Satwagia jika kucing menunjukkan gejala FLUTD.

Pencegahan

Pawrents dapat membantu kucingnya untuk mengurangi resiko terjadinya FLUTD. Salah satunya  dengan memberikan pakan wet food. Wet food memiliki kandungan air tinggi sekitar 78% dibandingkan pakan kering yang hanya 10%. Konsumsi air dapat memperlancar kencing. Selain itu perhatikan kebiasaan kencingnya setiap hari. Jika muncul perubahan, segera konsultasikan dengan dokter hewan melalui Aplikasi Satwagia untuk membantumu mengidentifikasi apa yang menyebabkan perubahan kencingnya. Apakah karena faktor stres atau masalah kesehatan. Download aplikasinya sekarang.

Anjing kamu muntah? Ini penyebabnya!

Anjing kamu muntah? Ini penyebabnya!

Anjing kamu muntah? Ini penyebabnya!

 

Muntah merupakan kondisi saat anjing mengeluarkan isi lambung atau bagian atas dari usus halusnya. Sebelum muntah anjing akan menunjukkan gejala perut yang berkontraksi berusaha mengeluarkan makanan. Muntah perlu dibedakan dengan regurgitasi yaitu mengeluarkan makanan yang belum melalui lambung sehingga makanan yang dikeluarkan masih berbentuk dan belum tercena. Regurgitasi terjadi segera setelah makan dan biasanya lebih pasif, tidak disertai kontraksi perut. Dan setelah itu biasanya anjing akan berusaha memakan lagi regurgitasinya

Muntah dapat terjadi karena beberapa sebab ringan seperti anjing makan terlalu cepat atau makan terlalu banyak. Terkadang juga disebabkan karena makan rumput terlalu banyak. Namun bisa juga merupakan pertanda penyakit yang serius. Berikut ini beberapa penyebab muntah yang sering terjadi pada anjing

  • Cacingan
  • Infeksi bakteri
  • Menelan benda yang bersifat toksik
  • Perubahan pakan
  • Tidak cocok dengan pakan baru
  • Kembung
  • Menelan benda asing
  • Infeksi virus
  • Heatstroke
  • Penyakit ginjal
  • Pankreatitis
  • Penyakit liver
  • Efek pemberian obat
  • Radang pada usus
  • Konstipasi
  • Kanker
  • Infeksi rahim

Jika muntah terjadi beberapa kali dan disertai

  • Sakit bagian perut
  • Lesu
  • Muntah dengan darah
  • Berat badan turun
  • Dehidrasi
  • Demam

Segera bawa ke dokter hewan untuk mendapatkan penanganan.

Penanganan saat anjing muntah

Penanganan muntah pada anjing berbeda tergantung dari penyebabnya. Perlu bawa ke dokter hewan untuk memastikan penyebabnya. Pengobatan yang diberikan juga tergantung dari kondisi keseluruhan anjing.

Namun jika belum bisa ke dokter hewan kamu dapat melakukan beberapa hal dirumah seperti

  • Puasa makan dalam beberapa jam
  • Tetap memberinya minum agar tidak dehidrasi
  • Jika nampak sudah tidak muntah coba berikan makanan yang lunak dalam jumlah yang sedikit
  • Amati apakah terjadi muntah setelah makan
  • Konsultasikan dengan dokter hewan melalui aplikasi Satwagia jika masih terjadi muntah.

Mengapa perlu membawa ke dokter hewan

Muntah merupakan suatu gejala dari berbagai macam penyakit yang bisa ditentukan dari serangkaian pemeriksaan. Dokter hewan akan menyakan beberapa pertanyaan mengenai terjadinya muntah. Kemudian akan dilakukan pemeriksaan fisik dan jika dibutuhkan, akan disarankan pemeriksaan lebih lanjut. Pemeriksaan meliputi tes darah, tes feses, ultrasound, xray, endoskopi atau biopsi. Pengobatan yang akan diberikan akan disesuaikan dengan penyebab yang telah ditemukan serta kondisi tubuh secara keseluruhan.

Scabies dan cara penanganannya!

Scabies dan cara penanganannya!

Scabies dan cara penanganannya

anjing-scabies kucing-scabies

Salah satu penyebab penyakit kulit pada anabul adalah tungau yang sering disebut Scabies, yang hidup di bawah lapisan kulit epidermis. Scabies bisa menyerang anjing, kucing, bahkan manusia. Scabies pada anjing disebabkan oleh Sarcoptes scabiei dan pada kucing disebabkan oleh Notoedres cati. Namun walaupun berbeda jenis keduanya bisa saling menularkan.

 

Gejala scabies

  1. Gatal yang tidak berhenti
  2. Kulit berkeropeng/berkerak/menebal
  3. Kebotakan
  4. Kulit memerah
  5. Pada kucing gejala awal muncul pada daun telinga dan wajah
  6. Pada anjing sering menyerang area perut, dada, kaki, telinga, dan siku. Area yang terkena luka mengeluarkan bau tidak sedap
  7. Jika tidak segera ditangani akan menyebar ke seluruh tubuh

 

Penularan

Scabies ditularkan dari anabul satu ke anabul yang lain secara langsung dan tidak langsung melalui peralatan grooming dan tempat tidur yang digunakan oleh anabul penderita.

 

Cara mengatasi

Scabies dapat dipastikan melalui pemeriksaan mikroskop. Pengobatan dapat menggunakan obat tetes kutu seperti Mectivar (baca aturan pakai). Selanjutnya penggunaan sampo anti kutu juga dapat mempercepat penyembuhan dari scabies. Pemberian suplemen kulit seperti Fish O Plus akan membantu penyembuhan kulit yang terserang.

Scabies adalah penyakit yang dapat disembuhkan dengan penanganan tepat. Jika anabulmu dicurigai menderita Scabies, konsultasikan dengan dokter hewan melalui Aplikasi Satwagia untuk mendapatkan informasi tentang penanganan yang tepat.

Mata kucing berair dan belekan tak kunjung sembuh?

Mata kucing berair dan belekan tak kunjung sembuh?

Mata kucing berair dan belekan tak kunjung sembuh?

mata-kucing-berair

Air mata berfungsi untuk membersihkan bola mata dari benda asing. Namun jika air mata keluar terus menerus disertai dengan belekan apalagi tak kunjung sembuh, Pawrents perlu lebih waspada si pus sedang sakit

 

Tanda-tanda sakit mata

  • Mata kucing selalu berair
  • Terdapat kotoran/belek di mata
  • Kucing selalu mengedipkan mata, bahkan terkadang tidak bisa membuka mata
  • Menggosok mata dengan dengan kaki atau benda disekitarnya
  • Mata memerah

 

Penyebab mata belekan yang sering terjadi

1. Penyakit pernafasan atas

Seringkali mata belekan merupakan gejala dari penyakit pernafasan atas yang disebabkan oleh bakteri atau virus apalagi jika kucing juga mengalami gejala batuk dan pilek. Penyakit pernafasan atas seperti Calicivirus,Chlamydia dan Rhinotracheitis sering menyerang kucing yang belum pernah divaksin, atau kitten dari induk yang juga terinfeksi penyakit yang sama dan belum pernah divaksin. Jika daya tahan tubuh kucing rendah, penyakit akan bertahan lebih lama dan dapat menjadi lebih parah seiring berjalannya waktu, sehingga perlu segera ditangani oleh dokter hewan.

 

2. Entropion

Entropion adalah kelainan kelopak mata yang terlipat kearah dalam sehingga bulu mata mengiritasi bagian bola mata. Jika kucing mengalami tanda-tanda seperti ini, membutuhkan penanganan bedah oleh dokter hewan.

 

3. Radang (konjungtivitis)

Radang dapat disebabkan oleh iritasi karena berkelahi, terpapar benda yang mengiritasi seperti debu, dan parfum. Peradangan ditandai dengan mata memerah, bengkak, mengeluarkan air mata berlebih, dan sensitif terhadap cahaya.

 

4. Gangguan pada bola mata

Penyakit yang terjadi pada bola mata seperti glaukoma, ulcer pada kornea, dan peradanganan pada bagian bola mata membutuhkan penanganan segera dari dokter hewan karena dapat beresiko menyebabkan kebutaan.

 

Penanganan yang bisa dilakukan dirumah

  1. Dibersihkan dengan air hangat
  2. Memberikan Optivar, obat tetes mata rekomendasi dokter hewan Satwagia

 

Segera ke dokter hewan jika menunjukkan gejala berikut :

  1. Jika tidak kunjung sembuh lebih dari 3 hari
  2. Nampak makin memburuk dari sebelumnnya. Air mata keluar semakin sering bahkan berubah warna dari yang semula bening. Belek atau kotoran mata semakin banyak
  3. Terdapat luka terbuka di area mata
  4. Mata membengkak
  5. Kucing menunjukkan gejala flu, tidak nafsu makan, lesu
Kutu susah hilang? 4 Penyebab utama kucing tertular kutu

Kutu susah hilang? 4 Penyebab utama kucing tertular kutu

Sering kali pawrents bertanya-tanya mengapa kutu sulit hilang di anabul. Sudah rajin di grooming, sudah diberi obat kutu. Namun tidak lama kemudian muncul lagi kutu.

Kira-kira apa saja yang menyebabkan anabul terkena kutu?

 

1. Lingkungan yang berkutu

Kutu dapat hidup di lingkungan sekitar kucing, seperti di tempat tidur kucing, karpet, dan furnitur. Begitu juga telur kutu yang kasat mata. Kucing yang tinggal di lingkungan yang tidak bersih atau terkontaminasi dengan kutu lebih rentan terkena kutu. Walaupun kucing sudah diberi obat kutu dan grooming, telur atau kutu yang ada dilingkungan dapat menginfeksi anabul kamu lagi

 

2. Kontak dengan kucing lain

Kucing yang sering berinteraksi dengan kucing lain yang terinfeksi kutu lebih rentan terkena kutu. Jadi baiknya jika memiliki kucing lebih dari 1, pastikan semua kucing diberi obat kutu

 

3. Kurangnya perawatan

Kucing yang kurang terawat, termasuk jarang disisir dan dimandikan, lebih rentan terkena kutu.

 

4. Kurangnya perlindungan

Kucing yang tidak diberi perlindungan kutu, seperti obat kutu akan lebih rentan terkena kutu.

 

Jika kucing Anda terus-menerus terkena kutu, sebaiknya lakukan langkah-langkah untuk mengatasi infeksi kutu, seperti membersihkan lingkungan kucing dan memberikan perlindungan kutu yang tepat. Anda juga dapat berkonsultasi dengan dokter hewan untuk mengetahui cara terbaik untuk mengatasi infeksi kutu pada kucing Anda.

Cara Mudah Mengatasi Penyakit Chlamydiosis Pada Kucing

Cara Mudah Mengatasi Penyakit Chlamydiosis Pada Kucing

Chlamydiosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Chlamydophila felis.
Bakteri ini dapat menginfeksi mata dan saluran pencernaan kucing.

Gejala yang sering teramati pada kucing yang terinfeksi adalah peradangan pada mata (konjungtivitis)
sehingga mata terlihat merah dan berair, bersin, batuk, ada leleran dari hidung, dan kurang nafsu makan.

Kucing juga dapat mengalami kesulitan bernafas karena radang paru-paru.
Pada infeksi yang berlangsung lama, mata kucing akan tertutup oleh kotoran mata serta nanah dan leleran hidung
menjadi berwarna hijau hingga kuning keruh karena adanya infeksi sekunder.

Infeksi tidak segera ditangani dapat menyebabkan kerusakan pada bola mata hingga menyebabkan prolaps bulbi (bola mata tertekan keluar dari rongganya).
Apabila bola mata sudah rusak dan hancur, maka harus dilakukan operasi pengangkatan bola mata atau enukleasi.

Chlamydia dapat menginfeksi kucing dari berbagai umur, namun kasus pada anak kucing adalah yang paling sering terjadi.
Resiko penyakit chlamydiosis akan semakin tinggi pada rumah dimana banyak kucing tinggal bersama.
Penularan dapat terjadi apabila  bakteri dari bersin/batuk dari kucing terinfeksi mengenai kucing yang sehat.
Atau droplet bersin/batuk tersebut terbawa oleh manusia dan mengontaminasi barang-barang seperti tempat tidur ataupun tempat makan.

Penanganan yang dapat dilakukan apabila kucing dicurigai terinfeksi Chlamydia adalah:

  • Segera jauhkan dari kucing yang sehat
  • Desinfeksi peralatan maupun ruangan di rumah
  • Lakukan konsultasi dan pemeriksaan ke dokter hewan terdekat agar penanganan yang tepat dapat segera dilakukan

Pencegahan penyakit chlamydiosis dapat dilakukan dengan:

  • Melakukan vaksinasi secara teratur
  • Menjaga agar kucing tetap berada di dalam rumah
  • Memperhatikan kebersihan personal dan kebersihan kandang kucing

Penyakit Chlamydia cukup fatal terutama pada anak kucing dan membutuhkan waktu yang cukup lama dalam penyembuhannya.
Vaksinasi merupakan pencegahan yang paling baik dilakukan untuk menurunkan resiko tertular pada kucing.

Jadi jangan lupa bawa kucing kamu vaksinasi rutin ya..

 

 

Cara Mudah Mengatasi Diare Pada Kucing, Anjing dan Kelinci

Cara Mudah Mengatasi Diare Pada Kucing, Anjing dan Kelinci

Apa itu diare?

Bagaimana gejala diare?

Apa penyebab diare?

Berbahayakah diare?

Pencegahan diare bagimana?

Pengobatan diare bagaimana?

 

Diare adalah meningkatnya frekuensi buang air besar (lebih dari 3x sehari) dengan konsistensi lembek sampai cair. Diare  terjadi karena peningkatan cairan di usus halus atau usus halus tidak mampu menyerap cairan yang ada atau gerakan usus halus terlalu cepat sehingga mendorong cairan keluar.

 

Gejala diare pada pada kucing atau anjing:

-Sering buang air besar

-Lemas

-Tidak nafsu makan

-Rambut terlihat kusut

-Bagian pantat terlihat basah

 

Diare bisa disebabkan oleh

-makan atau minum yang pakan atau air terkontaminasi kuman berbahaya (bakteri, protozoa) yang kemudian menyebabkan infeksi

-infeksi cacing usus

-infeksi virus yang menyerang usus

-keracunan

-Pergantian pakan atau salah pakan terutama kucing yang sangat rentan dengan perubahan kompisi nutrisi pada pakan

-obat-obatan tertentu dengan efek samping menyebakan diare

-Stres atau shock ketika ketakutan atau berkelahi dengan hewan lain

 

Dia adalah suatu gejala atau anda kalau usus sedang mengalami masalah. Jika usus terserang virus diare bisa menyebabkan kematian. Jika diserang bakteri, protozoa, atau cacing, diare akan menimbullkan gejala dehidrasi, lemas, tidak nafsu makan yang jika tidak segera ditangani akan membayahakan nyawa hewan karena akan menyebabkan dehidrasi parah.

 

Diare bisa dicegah dengan rutin memberikan probiotik untuk menjaga kesehatan usus halus. Probiotik ini akan menjaga usus halus dengan cara membentuk kekebalan dari serangan virus, bakteri, protozoa, atau cacing.  Probiotik yang disarankan dan dipakai dokter hewan adalah Probiovar

 

Jika hewan sudah terkena diare biasa dokter akan memberikan obat anti diare sesuai dengan gejala dan penyebab. Namun untuk mengurangi frekusensi buang air besar dokter hewan akan memberikan attapulgite yang berfungsi menyerap racun yang dikeluarkan oleh bakteri atau zat penyebab diare. Jika diare yang disebabkan oleh bakteri, dokter hewan akan memberikan antibiotik. Jika terdapat cacing di feses hewannya, dokter hewan akan memberikan obat cacing sekalian. Untuk memperbaiki usus halus yang rusak karena infeksi bakteri, protozoa, virus atau cacing, dokter akan memberikan probiotik yang juga berfungsi memperbaiki permukaan usus halus (vili-visi usus). Probiotik yang biasa dipakai dokter hewan adalah Probiovar.

Ringworm Pada Kucing dan Anjing

Ringworm Pada Kucing dan Anjing

Apa itu ringworm?

Bagaimana gejala ringworm?

Apakah menular dan berbahaya bagi hewan dan manusia?

Bagaimana pencegahan ringworm? Jika sudah terjadi bagaimana?

 

Ringworm atau dermatohytosis atau biasa awamnya jamuran adalah penyakit yang disebkan oleh cendawan. Pada kucing dan anjing biasanya disebakan oleh cendawan Tricophyton dan Microsporum. Cendawan ini menyerang bagian tubuh yang ada keratinnya seperti kulit dan rambut. Cendawan ini memakan keratin untuk bertahan hidup. Hewan yang terkena cendawan ini akan membentuk lingkaran bulat merah. Dinamakan ringworm karena dahulu bentuk lingkarang yang terbentuk mirip seperti infeksi cacing. Cendawan penyebab ringworm sebenarnya spora normal di tubuh kucing atau anjing. Namun akan menimbulkan masalah jika hewan mengalami penurunan imunitas.Ringworm ini sering terjadi di musim-musim pancaroba atau hujan.

 

Gejala ringworm yang bisa dilihat adalah:

-Rambut mengalami kebotakan dan membentuk pola lingkaran

-Hewan sering menggaruk di area kebotakan

-Kulit berkerak dan kemerahan

 

Ringworm ini bisa menular ke hewan lainnya dan juga manusia. Ringworm ini tidak mematikan dan sangat mudah menular. Hewan yang tekena menularkan dengan cara kontak langsung dengan hewan sehat atau manusia. Selain itu spora jamur ini bisa bertahan hidup di rambut hewan selama 1 tahun di suhu kamar.

 

Pencegahan ringworm bisa dilakukan dengan cara rutin memandikan setiap minggu menggunakan shampo khusus hewan seperti fresh clean. Atau jika tidak ada waktu memandikan bisa di grooming di satwagia terdekat. Selain itu juga di support dengan pemberian supplemen seperti fish o plus. Jika sudah kena pengobatan bisa dilakukan dengan cara dimandikan dengan shampo kusus jamur. Namun sebaiknya segera dibawa di ke dokter hewan untuk ditangani lebih lanjut. Biasanya dokter hewan akan memberikan obat minum, salep, dan disarankan untuk grooming terapi kutu serta dibantu dengan pemberian suplemen herbafit