Vaksinasi Pada Hewan Kesayangan

Vaksinasi Pada Hewan Kesayangan

Apa sih vaksin itu?

            Vaksin adalah zat atau senyawa yang berfungsi untuk membentuk kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit. Vaksin diberikan untuk mengebalkan system imun terhadap serangan mikroorganisme penyebab penyakit. Vaksin dapat mengandung organisme hidup yang dilemahkan (live attenuated), killed atau inactivated vaccine, mauoun rekombinan mengandung hanya satu bagian daro virus yang berperan penting dalam penyakit, kemudian diperbanyak.

Syarat vaksin

  1. Cukup umur
  2. Sehat
  3. Berat badan minimal 1 kg
  4. Bebas parasite (kutu dan jamur)
  5. Sudah obat cacing

 

Jenis virus yang menyerang kucing

  1. Feline Panleukopenia / Feline Distemper

Merupakan penyakit infeksius paling berbahaya dan penularannya tinggi serta mematikan. Virus ini mampu bertahan pada suhu dan kelembaban ekstrem selama beberapa bulan dan resisten pada kebanyakan desinfektan.

  1. Feline Calicivirus/ Herpes virus

Ini adalah virus tanpa selubung, yang berarti relatif mampu bertahan di lingkungan eksternal dan sulit dihilangkan, sehingga dapat menjadi carrier dan menulari kucing lain. Feline herpesvirus (FHV) dapat mengakibatkan permasalahan pada saluran napas bagian atas. Kucing dari segala usia berpotensi terinfeksi virus ini, tapi anak kucing lebih rentan

  1. Clamydia

Chlamydiosis merupakan penyakit pada kucing yang disebabkan oleh bakteri Chlamydia psitacii (Chlamydophila felis). Bakteri ini menyebabkan konjungtivitis dan menjadi infeksi sekunder pada penyakit ISPA.

  1. Rabies

Rabies merupakan penyakit bersifat zoonosis artinya menular dari hewan ke manusia.

 

Jenis virus yang menyerang anjing

  1. Parpovirus

Adalah penyakit gastroenteritis yang sangat mematikan, gejalah utamanya adalah muntah dan diare berdarah, tdk nafsu makan.

  1. Distemper

Adalah penyakit menular dengan tingkat kematian tinggi setelah parvo. Virus ini dengan gejala utama konjungtivis, kejang-kejang dan kerusakan syaraf.

  1. Canine Hepatitis

Penyakit yang dapat menimbulkan kematian mendadak terutama pada anak anjing dengan gejala seperti diare, demam, dan pendarahan.

  1. Leptospirosis

Infeksi bakteri berbentuk spiral yang dapat menyebar keseluruh tubuh dan menetap di ginjal, penyakit ini bersifat zoonosis.

  1. Canine Parainfluenza

adalah virus yang menyebabkan batuk kering. Virus ini sangat menular dan biasanya berkembang dalam situasi saat banyak anjing berada dalam jarak yang dekat satu sama lain

  1. Bordotella broncoseptica ( Kennel Cough), Canine adenovirus, Coronavirus, dan Microsporum Canis

 

Umur berapa kucing di vaksin dan Jenis vaksin untuk anjing dan kucing apa saja?

 

Vaksin pada Kucing

umur vaksin
  • 8-10 Minggu
  • Panleukopenia, feline Rhinotracheitis (herpes), Calici, Clamidya
  • 12-14 Minggu
  • Panleukopenia, feline Rhinotracheitis (herpes), Calici, Clamidya
  • 20 Minggu
  • Rabies
  • Ulangan 1 tahun sekali /kucing tidak pernah di vaksin sama sekali( umur >5 bulan)
  • Panleukopenia, feline Rhinotracheitis (herpes), Calici, Clamidya + Rabies

 

Vaksin pada Anjing

umur vaksin
  • 6-8 Minggu
  • Parvo
  • 8-10 Minggu
  • Parvo, Distemper, Hepatitis,Parainfluenza
  • 12-14 Minggu
  • Parvo, Distemper, Hepatitis, Parainfluenza, Coronavirus, Leptospirosis
  • 20 Minggu
  • Parvo, Distemper, Hepatitis, Parainfluenza, Coronavirus, Leptospirosis
  • Ulangan 1 tahun sekali /kucing tidak pernah di vaksin sama sekali( umur >5 bulan)
  • Parvo, Distemper, Hepatitis, Parainfluenza, Coronavirus, Leptospirosis

 

drh. Eny Dyah Pratiwi

Tips Mengolah Masakan Daging Qurban Versi Dokter Hewan

Tips Mengolah Masakan Daging Qurban Versi Dokter Hewan :

 

  1. Sebelum dimasak, usahakan untuk tidak menyimpan daging di suhu ruang (4-60 °C) selama lebih dari 4 jam untuk mencegah perkembangan mikroorganisme jahat yang dapat mempercepat pembusukan daging
  2. Apabila daging tidak langsung dimasak, bungkus daging dan jeroan secara terpisah dan simpanlah di refrigerator atau freezer. Daging awet di refrigerator (0-4 °C) selama 3-7 hari sementara di freezer ( < -18 °C) selama 9-12 bulan.
  3. Jangan lupa cuci tangan dan menggunakan peralatan yang bersih ketika mengolah daging.
  4. Pastikan daging dimasak sampai benar-benar matang. Suhu yang panas (> 60 °C) dapat mematikan mikroorganisme sehingga daging lebih aman untuk dikonsumsi.
  5. Panaskan kembali makanan dengan sempurna apabila hendak dikonsumsi di lain waktu.

 

Selamat mencoba

drh. Amira Rahma Ghufrani Putri

Rekor Sapi Terberat Di Indonesia

Hari Raya Idul Adha akan dirayakan bagi umat muslim pada tanggal 19 Juli 2021 mendatang. Pada hari ini umat muslim mengurbankan hewan kurban baik sapi, domba ataupun kambing. Tahu kah kalian berapa rekor yang dipegang untuk sapi kurban yang terberat di Indonesia?

Rekor terberat sapi kurban di Indonesia dipegang oleh kurban Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada tahun 2016. Sapi ini berjenis Sapi Limosin dengan berat mencapai 1.5 ton. Sebagai perbandingan sapi lokal indonesia rata-rata memiliki bobot badan 500-600 kg, sedangkan sapi limosin memiliki berat rata-rata 1 ton.

Harga sapi kurban Jokowi diperkirakan sekitar Rp 50.000-55.000/kg bobot hidup. Atau sekitar Rp 70.000.000,00

Sapi limosin telah dikembangbiakkan oleh Kementan di berbagai sentra seperti Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Kalimantan. Mudah-mudahan dengan pengembangbiakan sapi limosin, kita bisa mencapai target swasembada daging pada tahun 2026.

 

Drh Fakhrunita Deanisa P

Daging Kurban Yang Aman & Layak Untuk Dikonsumsi

Daging yang aman dan layak untuk dikonsumsi (versi negara Indonesia):

  • Aman. Tidak mengandung bahan yang berbahaya bagi kesehatan manusia, baik berupa    biologis, kimiawi, maupun fisik
  • Sehat. Mengandung bahan yang memiliki manfaat baik bagi tubuh manusia yang mengonsumsi
  • Utuh. Tidak ada pengurangan atau penambahan dengan bahan lain
  • Halal. Sesuai dengan syariat agama islam dalam proses pemotongannya

 

Tips menyimpan daging qurban agar awet dan tetap aman dikonsumsi:

  • Jangan cuci, jika ingin langsung disimpan dan tidak langsung diolah/masak
  • Potong2 sesuai kebutuhan untuk menghindari perubahan suhu berulag kali saat keluar dari penyimpanan, jadi pengeluaran daging sesuai dengan kebutuhan
  • Simpan dalam suhu beku (freezer) akan lebih baik dan tahan lama
  • Jangan satukan antara daging dengan jeroan
  • Daging yang dimarinasi atau dibumbui sebelum disimpan akan lebih aman, karena ada banyak bahan alami yang mengandung antimikroba (seperti kunyit, bawang, garam, dsb)
  • Jika disimpan dalam wadah kedap udara akan lebih aman
  • Tapi tetap perlu diingat masa simpan daging juga

 

 

 

Kenali Macam-Macam Perilaku Hewan Menjelang Pemotongan Kurban

Pada kegiatan kurban, sebelum dan setelah dilakukannya pemotongan kurban, wajib dilakukan pemeriksaan oleh dokter hewan agar memastikan kondisi hewan serta kualitas daging dan produk pangan asal hewan lainnya layak dikonsumsi. Pemeriksaan tersebut dikenal dengan istilah pemeriksaan ante dan post mortem. Pada pemeriksaan ante-mortem, dokter hewan akan melihat kondisi kesehatan dan juga perilaku hewan kurban tersebut. Ada beberapa perilaku yang harus diperhatikan pada hewan menjelang pemotongan kurban yaitu :

  1. Stress
    • Lidah menjulur dan keluarnya liur berlebih atau hipersalivasi
    • Suhu tubuh meningkat
    • Sering minum dan urinasi atau pipis
    • Gelisah
  2.  Agresif
    • Umum terjadi pada breed tertentu seperti breed sapi asia, sapi bos indicus yaitu sapi ongol, sapi peranakan ongol, sapi brahman, sapi bali dan juga sapi Madura yang memiliki karakter lebih tempramental
  3. Pura-pura mati atau menangis
    • Pura-pura mati sebenarnya adalah kejadian freeze atau membatu yang disebabkan oleh stress berlebih dan menyebabkan kekakuan atau kekejangan otot
    • Menangis pada hewan kurban dapat terjadi karena pengaruh fisik berupa penyakit atau pengaruh mental akibat penderitaan tertentu

Terjadinya stress pada hewan kurban dapat disebabkan karena proses transportasi yang lama, terlalu padat, dan perlakuan kasar. Selain itu dapat disebabkan juga karena kurangnya istirahat bagi hewan kurban sebelum proses penyembelihan. Waktu istirahat yang disarankan adalah 12 jam, dengan atau tanpa pemuasaan. Pada hewan kurban yang terlihat stress, dapat dilakukan pemberian pakan dan minum untuk membantu menurunkan kondisi stress mereka terhadap lingkungan dan lainnya. Selain itu, hewan kurban yang tidak biasa dengan lingkungan yang ramai, umum terjadi stress saat penyelengaraan kurban yang ramai dipadati oleh masyarakat sekitar.

Kadar stress pada hewan kurban penting diperhatikan karena dapat mempengaruhi kualitas daging setelah proses penyembelihan. Pemeriksaan dan keputusan pemotongan hewan butuh pertimbangan dari dokter hewan, tetapi jika warga sekitar melihat ciri-ciri yang menunjukkan hewan kurban stress dapat membantu melaporkan kepada dokter hewan yang bertanggung jawab dan juga dapat menghindari kerumunan disekitar hewan tersebut, serta perlu berhati-hati pada beberapa breed yang memiliki sifat agresif, agar tidak terjadi resiko seperti penyerangan oleh hewan kurban terhadap masyarakat sekitar.

 

Cara Menyembelih Hewan Kurban Yang Sah & Benar Sesuai Menurut Ilmu Kedokteran Hewan

Cara Menyembelih Hewan Kurban Yang Sah & Benar Sesuai Menurut Ilmu Kedokteran Hewan :

  • Pisau yang digunkan harus tajam dan dengan panjang min.20 cm

Apabila pisau tidak tajam maka akan menyakiti hewan karena harus menyayat lebih dari 1x. Panjang pisau min.20 cm bertujuan agar membuat sayatan dapat dilakukan 1x. Kedua hal ini bisa menjadi salah satu faktor yang membuat hewan stress dan menyebabkan hewan yang disembelih tidak sempurna.

  • Diusahakan menyembelih dengan 1x sayatan

Sayatan pertama yang belum berhasil, maka dapat dilakukan sayatan kedua dengan tidak boleh mengangkat pisau dari leher hewan. Apabila pisau sudah diangkat dari leher hewan tidak boleh menyayat Kembali karena dianggap tidak sempurna.

  • 3 saluran wajib harus putus pada sayatan penyembelihan

Saluran yang wajib terputus yaitu saluran nafas, saluran makan (tenggorokan) dan pembuluh darah. Ketiga saluran harus terputus secara sempurna karena proses ini akan membantu pengeluaran darah dari dalam tubuh hewan secara sempurna. Keluarnya darah secara sempurna akan memberikan kualitas daging yang baik, sehingga daging tidak mudah rusak.

(sumber gambar: ilmuveteriner.com dan penabandung.com)

 

  • Tidak boleh memutuskan atau memisahkan kepala hewan sebelum hewan benar-benar mati

 

  • Indikator ini dapat dipastikan dengan melihat ada atau tidak reflek pada kornea mata hewan. Apabila saat kornea mata disentuh tidak menunjukkan reflek, berarti hewan tersebut telah mati. Hewan yang belum mati sempurna namun sudah dilakukan pemisahan kepala maka akan menyebabkan pengeluran darah yang tidak sempurna. Hal ini akan menyebabkan kualitas daging yang kurang baik dan mudah rusak. Selain itu, pemisahan kepala hewan yang belum benar-benar mati tidak sesuai dengan prinsip kesejahteraan hewan.