Kenapa Kucing Punya Kumis?

Kenapa Kucing Punya Kumis?

Selain tanaman kumis kucing yang kaya akan manfaat, ternyata kumis pada kucing asli juga memiliki banyak manfaat dan kegunaan. Berbeda dengan anjing, kucing memiliki kumis di kanan dan kiri dekat dengan mulutnya, tentu kumis pada kucing ini bukan hanya sekedar hiasan atau bulu rambut tambahan, fungsi utamanya ternyata sangat penting dan menakjubkan.

Fungsi utama kumis kucing adalah sebagai sensor dan radar, jika kucing akan melompat atau masuk ke tempat yang lebih sempit, kumis kucing mengukur dan memperkirakan ruang tersebut, ketika memangsa kumis kucing juga mengukur jarak dan merasakan getaran sehingga kucing menjadi salah satu hewan pemangsa yang handal. Selain itu ketika malam hari, selain mata kucing yang dapat bersinar ternyata kumis kucing juga membantu menavigasi dalam gelap. Penglihatan dari jarak dekat juga dibantu oleh kumis pada kucing, dengan cara kucing menempelkan kumisnya pada benda di dekatnya dan merasakan tekstur bahkan memperkirakan ukuran benda tersebut. Hebatnya fungsi kumis kucing ini dikarenakan kumis lebih dalam tertanam dalam tubuh dibandingkan dengan rambut yang lain, sehingga  terhubung ke otot dan syaraf yang menghasilkan sistem sensorik yang luar biasa.

Fakta menarik tentang kumis kucing juga sangat menarik, yaitu kumis kucing sangat simetris jumlahnya, yaitu masing-masing 12 helai, selain jumlahnya yang simetris kumis kucing juga terdapat di atas mata, telinga, bawah rahang bahkan kaki, beberapa memang tidak terlihat seperti kumis yang berada di sekitar mulut. Seiring dengan bertambah umur ternyata kumis kucing juga ikut berubah warna, kumis yang berwarna putih bisa menjadi abu dan hitam.  Penting untuk para pemilik kucing  untuk tidak mencukur kumis kucingnya karena fungsinya yang sangat penting dan esensial. Mencukur kumis kucing bisa membuat kucing ketakutan dan merasa aneh dengan tubuh dan lingkungan sekitarnya. Kumis kucing yang terlihat  lucu dan menambahkan kegemasan pada muka kucing ternyata memiliki fungsi yang sangat penting, jadi ketika ada kucing yang menjatuhkan barang, biasanya itu dilakukan dengan sengaja karena dengan sistem sensorik yang luar biasa sangat kecil kucing melakukan kesalahan dalam melangkah atau meraih sesuatu.

 

Drh. Zakiah Saumi

Sumber: web purina

7 Alasan Kenapa Harus Ke Dokter Hewan

     Sering hewan kesayangan kita tidak mau makan, lemas, jadi pendiam atau menghindar ketika kita mendekat. Berhubung udah kita anggap keluarga sendiri si hewan harus kita kasih  obat. Mulai lah kita mencari-cari informasi dari google tentang cara mengatasi gejala ini, gejala itu. Lalu munculah beberapa artikel. Sebagain artikel mungkin benar, namun siapa yang bisa memastikan itu benar. Atau mungkin kita juga sering mencari obat nya ke marketplace seperti tokopedia, shopee,  bukalapak, lazada, atau blibli. Atau kita langsung mencari di petshop dekat rumah. Dari marketplace kita akan dapat gambaran review dari produk itu. Produk ini bisa menyembuhkan. Lalu kita beli lah produknya. Ketika barang udah sampai rumah langsung kita kasihkan ke hewan kita. Kadang sembuh kadang tidak. Apakah obatnya tidak ampuh? Tentu tidak. Bisa jadi obat nya tidak tepat. Hewan kita terkena penyakit A malah kita kasih obat untuk mengatasi penyakit B. Oleh karena itu segala sesuatu emang harus diserahkan pada ahlinya. Kalau sakit ya dibawa ke dokter. Begitu juga dengan hewan, kalau sakit ya di bawa ke dokter hewan.

Berikut 7 alasan kenapa kamu harus bawa hewan kamu ke dokter hewan

  1. Dokter hewan tau kenapa hewan kamu sakit

Kalau kita berobat  ke dokter, dokter pasti nanya, apa yang dirasakan, sudah berapa lama, udah minum obat apa aja. Kalau hewan tentu hewannya tidak bisa jawab kalau di tanya. Kalau ditanya pemilknya juga pasti tidak bisa jawab. Nah disinilah ilmunya dokter hewan. Dokter hewan tau kenapa hewan kamu sakit

  1. Dokter hewan tau bagaimana menangani hewan kamu

Kebanyakan hewan pastinya susah diobatin karena hewan tidak tau kalau dia harus minum obat supaya sembuh. Sering hewannya berontak atau mencakar pemilik atau malah hewannya yang terluka atau cidera. Jadi sangat membahayakan bagi pemilik dan hewannya. Jika kamu bawa ke dokter hewan, hewan kamu akan ditangani sebaik mungkin. Pastinya hewan kamu mau dikasih obat dan ditangani dengan baik

  1. Dokter hewan tau penanganan yang cocok untuk hewan kamu

Apakah semua penyakit hanya perlu obat? Tentu tidak. Beberapa penyakit bisa menular ke hewan lain bahkan ke manusia. Jika kamu punya banyak kucing dan yang kamu tangani cuma yang sakit, apakah kamu dan hewan lainnya jadi aman? Tentu tidak. Untuk menangani suatu penyakit ada banyak pendekatan. Bisa dengan terapi pakan, terapi obat, isolasi dan masih banyak lagi. Hanya dokter hewan yang tau penanganan yang cocok buat hewan kamu.

  1. Dokter hewan tau obat apa yang cocok buat hewan kamu

Sering kita baca di internet, kalau kucing demam dikasihnya parasetamol. Parasetamol memang obat demam,  tapi malah jadi racun kalau dikucing. Tidak ada yang mau meracuni kucing tentunya. Masih banyak lagi obat yang bakalan jadi racun di kucing atau anjing. Apakah kamu masih mau mengobati hewan kamu sendiri tanpa ke dokter hewan?

  1. Dokter hewan tau dosis obat yang tepat buat hewan kamu

Apakah obat yang dijual bebas di pasaran itu dosisnya tepat buat hewan kamu? Belum tentu, apalagi obatnya tidak dibuat oleh perusahaan obat hewan yang ada dokter hewannya.

  1. Dokter hewan tau berapa lama hewan kamu diobati dan akan sembuh

Karena dokter hewan tau tantang obat dan dosisnya, kesembuhan hewan kamu bisa diprediksi. Jadi kamu tidak buang waktu dan tenaga buat mencari obat lain lagi jika tidak sembuh

  1. Dokter hewan tau cara biar hewan kamu tidak terserang penyakit yang sama lagi

Ketika hewan kamu sakit pastinya sedih dong. Gak ada yang mau hewanya terserang penyakit yang sama lagi. Jika kamu obatin sendiri bisa jadi penyakitnya akan kambuh lagi. Penyakit muncul biasanya karena perawatan yang tidak tepat. Dokter hewan akan menganjurkan perawatan yang tepat buat hewan kamu dan tidak terserang penyakit yang sama lagi.