Cara Grooming Kelinci Yang Benar!

Cara Grooming Kelinci Yang Benar!

Cara Grooming Kelinci Yang Benar

Kelinci menghabiskan harinya dengan grooming dirinya sendiri. Kita juga bisa membantunya sesekali degan cara berikut.

 

Menyisir rambut

Menyisir dapat membantu membersihkan rambut yang rontok dan menghindarkan kelinci dari hariball. Jika pawrents memiliki kelinci dengan bulu pendek, bisa disisir minimal seminggu sekali. Saat kelinci merontokkan bulunya/shedding (biasanya setiap 3 bulan) pawrents bisa menyisirnya lebih sering bahkan tiap hari jika rontoknya sangat banyak. Perlu diperhatikan bahwa kulit kelinci cukup tipis sehingga perhatikan jenis sisir, jangan menggunakan bahan besi.

Jika kelincimu memiliki rambut yang lebat seperti angora, baiknya sisir setiap hari. Kelinci dengan rambut panjang rentan kusut. Jika rambut terlalu panjang dapat dipotong, namun hati-hati di area kaki karena jika terlalu pendek akan membuat bantalan di kaki kurang dan menyebabkan luka saat duduk.

 

Membuang rambut yang menggumpal

Jika kelincimu memiliki rambut yang kusut dan menggumpal, perlu dipotong bagian yang menggumpal. Hati-hati melukai kulit saat menggunting rambut. Pawrents dapat membawanya ke klinik Satwagia untuk dibantu oleh groomer kami menghilangkan rambut yang kusut.

 

Apakah kelinci perlu dimandikan?

Kelinci tidak suka dimandikan, dan ini akan menyebabkan stress. Jika kotor dan memerlukan mandi, bersihkan bagian yang kotor saja dengan cara mengusap dengan tisu basah. Jika rambut terlalu basah, segera keringkan dengan dryer agar segera sembuh. Perhatikan jangan sampai terlalu kepanasan karena kelinci sangat rentan dengan suhu panas.

 

Memotong kuku

Kelinci perlu dipotong kukunya secara rutin. Cek kukunya seminggu sekali saat menyisirnya dan potong kukunya saat terlihat terlalu panjang. Perhatikan batas kuku dan pembuluh darah agar kuku tidak terlalu pendek.

Mengapa kucing takut saat di Grooming? 6 Tips Grooming Untuk Grooming Kucing Reog

Mengapa kucing takut saat di Grooming? 6 Tips Grooming Untuk Grooming Kucing Reog

Mengapa kucing takut saat di Grooming? 6 Tips Grooming Untuk Grooming Kucing Reog

 

Sebagai pet owner, pasti ingin melihat kucingnya cantik dan bersih. Namun kadang tidak semua kucing suka untuk di grooming. Bahkan reog saat dimandikan. Melatih kucing agar tenang saat grooming memang membutuhkan waktu. Seringkali pet owner memaksakan kucingnya yang takut grooming, namun perlu diingat bahwa hal ini dapat menyebabkan kucing trauma, tidak ingin grooming dikemudian hari bahkan menyebabkan stress dan penurunan kondisi kesehatan. Bagaimana cara agar kucing lebih menikmati sesi groomingnya? Simak tips berikut ini

 

1. Pengenalan terhadap alat grooming

Kucing perlu dilatih secara berkala, dimulai mengenalkan dengan alat-alat grooming seperti sisir. Kemudian bisa dilanjutkan dengan memotong kuku (simak juga : cara memotong kuku kucing).

 

2. Mengenalkan dengan air

Jangan mengguyur kucing dengan tiba-tiba, atau menggunakan air pancuran karena kucing akan terkejut dan merasa terancam. Gunakan air hangat agar kucing merasa lebih tenang. Coba basahi kucing secara perlahan.

 

3. Menenangkan saat panik

Ajak kucing bicara dengan lembut. Jika mulai panik pegang area tengkuknya atau biasa disebut scuffing. Metode ini sangat penting agar dapat secara mudah mengendalikan gerakan kucing dan agar tidak agresif.

 

4. Keringkan badannya

Usap dengan handuk kering untuk menyerap basah. Kemudian segera dikeringnkan dengan dryer. Jangan jemur kucing dibawah terik matahari terlalu lama karena dapat menyebabkan kepanasan (heat stroke). Pastikan seluruh tubuh kucing kering.

 

5. Berikan hadiah

Jangan lupa selalu berikan hadiah saat kucing mulai terbiasa dengan step-step diatas. Lakukan secara berulang di sesi grooming selanjutnya, agar kucing semakin terbiasa dan tidak takut lagi dengan grooming.

 

6. Jangan dipaksakan

Saat kucing menunjukkan dia sangat stress, sudahi sesi mandi karena perasaan stress saat mandi akan mempersulit sesi grooming dikemudian hari. Selain itu akan merusak hubungan antara kucing dan parentsnya.

 

Melatih kucing agar tidak takut grooming memang membutuhkan kesabaran dan teknik yang tepat. Dengan itu lambat laun kucing akan mempercayaimu dan tidak takut lagi untuk di grooming.

Jenis-Jenis Grooming Pada Kucing Anjing, Nomor 5 Jarang Ada

Jenis-Jenis Grooming Pada Kucing Anjing, Nomor 5 Jarang Ada

Menurut kamus Cambridge University, grooming aktivitas atau kegiatan yang membuat tubuh jadi bersih dan rapi. Pernah liat kucing menjilat-jilat tubuhnya? Itu salah satu grooming alami yang dilakukan kucing. Air liar kucing bisa membunuh kuman dan jamur yang ada di kulit kucing. Tapi tidak semua bagian tubuh bisa dijilati oleh kucing, sehingga ada kemungkinan bagian tubuh lain terkena penyakit kulit.

 

Terkadang anabul juga sering bermain-main di tempat yang kotor. Tentunya rambutnya jadi kotor, bau dan berantakan. Kita juga tidak tau anabul kita bisa  membawa penyakit menular atau tidak. Penyakit menular yang sering terjadi pada anabul adalah kutuan dan jamuran. Terkadang kita langsung memandikan anabul kita jika dia bau atau kotor. Tapi apakah grooming yang kita lakukan sudah tepat? Apakah shampoo nya udah benar? Atau ternyata anabulnya terkena kutu dan jamur? Berikut jenis-jenis grooming yang harus kamu ketahui:

 

 

grooming kucing

 

1.     Grooming sehat

Grooming ini khusus untuk hewan yang sehat. Status sehat ini ditentukan oleh dokter hewan. Ketika kamu grooming ke klinik hewan biasanya anabul kamu akan diperiksa oleh dokter hewan terlebih dahulu. Syarat anabul bisa digrooming adalah tidak bunting, tidak demam, dan berumur diatas 2 bulan.

 

Grooming sehat memakai shampoo khusus hewan. Jangan sesekali memakai shampo manusia untuk hewan karena pH shampoo nya berbeda. Shampo manusia cenderung asam sedangkan pH shampo hewan cenderung netral. Kalau pakai shampo manusia bisa merusak kulit hewan karena lapisan atas kulit anabul lebih tipis dibanding manusia. Bagusnya grooming dilakukan 1x seminggu untuk menjaga anabul kamu sehat selalu. Shampoo yang sering digunakan adalah fresh clean

 

2.     Grooming kutu

Grooming ini khusus untuk anabul kutuan. Sebenarnya ada banyak jenis kutu di anabul. Ada yang hidup di atas kulit atau di atas rambut. Ada yang menghisap darah, memakan kerak kepala atau memakan rambut. Hewan yang terserang kutuan gejalanya gatal-gatal, bulu rontok, kulit kemerahan, badan kurus, dan nafsu makan menurun.

 

Nah grooming kutu ini dilakukan untuk membunuh kutu-kutu itu. Grooming kutu menggunakan shampo khusus kutu. Shampo yang biasa dipakai adalah fresh clean anti kutu Bagusnya grooming kutu ini dilakukan selama 1x seminggu selama 3 minggu. Kenapa 3 minggu? Karena siklus hidup kutu itu rata-rata 3 minggu. Diatas kulit anabul kamu itu hidup kutu dewasa, kutu mudah, larva dan telur. Jadi untuk membunuh semua kutu dewasa, kutu muda, larva dan telur setidaknya butuh 3x mandi. Ketika kamu datang ke klinik hewan dokter akan memberikan suplemen juga buat meningkatkan nafsu makan dan daya tahan tubuh. Biasanya suplemen yang sering diberikan adalah HerbaFit.

 

3.     Grooming jamur

Sering liat kucing kamu rambutnya botak pada area-area tertentu, berbentuk bulat dan digaruk-garuk?Kemungkinan anabul kamu terkena jamur. Jamur ini hidup di permukaan kulit. Jamur ini sering disebut dengan ringworm. Jamur ini sangat menular, bahkan bisa menular ke manusia. Jamur ini akan merusak rambut dan membuat rambut jadi rontok. Kalau parah bisa membuat rambut jadi botak, kulit dan kuku jadi rusak.

 

Ringworm ini banyak di lingkungan. Sebenarnya ringworm spora normal di tubuh anabul. Jamur ringworm akan jadi penyakit ketika kondisi hewan sedang drop atau stres. Untuk mengatasi ringworm ini, anabul kamu harus dimandikan dengan shampoo kusus jamur. Groomingnya 1x seminggu sampai sembuh dan harus dibantu dengan obat dari dokter. Jadi pengobatan ringworm ini harus dari luar dan dalam. Kalau tidak, ringworm nya suka kambuh lagi.

 

Untuk pencegahan sebaiknya anabul kamu di grooming 1x seminggu di klinik hewan untuk pencegahan dini. Kamu bisa juga shampoo jamur yang banyak dijual, tapi kalau ingin infeksi jamurnya tuntas, anabul kamu harus di bawa ke dokter hewan

 

4.    Grooming kombinasi

Grooming ini adalah kombinasi gabungan grooming kutu dan jamur. Jadi jika kucing kamu hanya kutuan atau jamuran setelah diperiksa dokter hewan biasanya dokter hewan akan menyarakan untuk grooming kombinasi untuk pencegahan dini.

 

 

5.     Gromming kering

Ini grooming yang tidak menggunakan air. Grooming kering menggunakan bedak khusus untuk mengatasi kutuan atau jamuran. Grooming ini dilakukan jika anabul tidak bisa dimandikan seperti anabul yang lagi bunting, lagi sakit atau masih kitten umur dibawah 2 bulan.

 

6.     Trimming

Trimming adalah potong kuku. Kuku anabul harus rutin dipotong untuk mencegah cakar melukai anabul lainya atau kita sendiri. Sudah menjadi kebiasaan alami kucing untuk menggaruk-garuk kayu, tembok, sofa atau gorden. Tujuannya untuk mengasah kuku mereka.

 

Untuk memotong kuku harus hati-hati, karena di dalam kuku anabul  terdapat pembuluh darah. Berbeda dengan manusia dimana pembuluh darahnya dibawah kuku. Jika kamu memotongnya sembarangan pembuluh darah akan ikut terpotong. Anabulnya akan jadi luka. Sebaiknya kamu potong kuku di klinik hewan untuk memastikan kucing kamu ditriming dengan benar

 

7.     Hair cut atau hair shave

Anabul juga harus potong rambut atau cukur rambut. Terutama anabul berbulu panjang seperti kucing Persia. Jika jarang disisir kucing rambut kucing bisa jadi gimbal. Untuk mengatasinya bagian rambut yang gimbal ini harus dipotong.  Jika gimbal sudah parah, bagusnya dicukur botak.

 

Jika kucing stres atau kekurangan vitamin A, D, atau E, omega 3 atau omega 6, bulu kucing akan mudah rontok. Kucing juga punya kebiasaan menjilati rambutnya. Jika rambutnya mudah rontok, rambut akan tertelan. Rambut akan masuk ke saluran pencernaan dan kemudian menjadi hairball. Kucing yang terkena hairball biasanya akan muntah-muntah, batuk-batuk dan susah poop. Untuk mengatasi bulu rontok dan hairball kamu bisa berikan minya ikan khusus kucing seperti fihs o plus.